INSTALASI DAN COMMAND UTAMA GIT - Perwira Learning Center

A. Latar Belakang

Setelah memahami konsep dasar Version Control System dan Git, tahap selanjutnya adalah menerapkan Git secara langsung dalam proses pengembangan perangkat lunak. Penerapan ini dimulai dari proses instalasi Git pada sistem operasi, pembuatan repository, hingga penggunaan command utama yang digunakan dalam pengelolaan kode program.

Penguasaan tahap dasar ini sangat penting karena menjadi fondasi dalam penggunaan Git pada proyek pengembangan software. Tanpa memahami proses instalasi dan alur kerja dasar Git, developer akan kesulitan dalam mencatat perubahan kode serta melakukan kolaborasi secara efektif. Oleh karena itu, artikel ini disusun untuk membantu memahami langkah awal penggunaan Git secara sistematis dan terstruktur.

B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam pembahasan ini adalah sebagai berikut:

  1. Laptop
  2. Sistem Operasi (Windows, macOS, atau Linux Ubuntu 24.04.3 LTS)
  3. Git
  4. Terminal / Command Prompt / Git Bash
  5. Koneksi internet (opsional)

C. Pembahasan

1. Instalasi Git

Git dapat digunakan pada berbagai sistem operasi seperti Windows, macOS, dan Linux. Proses instalasi pada masing-masing sistem operasi memiliki langkah yang berbeda. Untuk dokumentasi yang lebih lengkap dapat diakses pada website resmi Git.

a. Instalasi Git di Windows

Langkah-langkah instalasi Git pada sistem operasi Windows adalah sebagai berikut:

  1. Buka browser dan kunjungi website resmi Git
  2. Unduh file installer Git untuk Windows
  3. Jalankan file installer dengan ekstensi .exe
  4. Pada proses instalasi:
    • Pilih Next untuk menggunakan pengaturan default
    • Pilih editor default atau Visual Studio Code
    • Pastikan opsi Git from the command line and also from 3rd-party software terpilih
  5. Lanjutkan hingga proses instalasi selesai
  6. Buka Git Bash, lalu cek instalasi dengan perintah:
git --version

Jika versi Git muncul, maka instalasi berhasil.

b. Instalasi Git di macOS

Instalasi Git di macOS menggunakan Homebrew:

  1. Pastikan Homebrew sudah terpasang
  2. Jalankan perintah:
brew install git
  1. Cek versi Git:
git --version

Instalasi Git di macOS menggunakan MacPorts:

  1. Pastikan MacPorts sudah terpasang
  2. Jalankan perintah:
sudo port install git
  1. Cek versi Git:
git --version

c. Instalasi Git di Linux

Pada sistem operasi Linux, Git dapat diinstal melalui terminal.

  1. Buka Terminal
  2. Perbarui repository package:
sudo apt update
      3. Install Git dengan perintah berikut :

Ubuntu / Debian

sudo apt install git

Fedora

sudo dnf install git

CentOS / Rocky Linux / AlmaLinux

sudo dnf install git

(untuk CentOS versi lama dapat menggunakan yum)

sudo yum install git

Arch Linux / Manjaro

sudo pacman -S git

openSUSE

sudo zypper install git

Untuk versi Linux lainnya dapat dicek pada dokumentasi resmi Git.

        4. Cek apakah Git sudah terinstall dengan perintah berikut :
git --version

2. Pembuatan Repository Git

Repository merupakan tempat penyimpanan seluruh file proyek beserta riwayat perubahannya. Untuk membuat repository Git baru, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Masuk ke folder proyek menggunakan terminal

  2. Jalankan perintah:

    git init
    
  3. Setelah perintah dijalankan, Git akan membuat folder tersembunyi bernama .git

  4. Folder tersebut menandakan bahwa direktori telah menjadi repository Git

siap, aku rapikan jadi rapi, konsisten, dan enak dibaca di blogger. struktur pakai heading, penjelasan singkat, dan blok kode biar kelihatan profesional.

3. command utama git

berikut adalah beberapa command utama git yang paling sering digunakan beserta contohnya.

git status

digunakan untuk melihat status file dalam repository.

git status

git add

digunakan untuk menambahkan file ke staging area.

menambahkan satu file:

git add index.html

menambahkan semua file:

git add .

git commit

digunakan untuk menyimpan perubahan ke repository.

git commit -m "menambahkan halaman utama"

git log

digunakan untuk melihat riwayat commit.

git log

git diff

digunakan untuk melihat perbedaan perubahan sebelum dilakukan commit.

git diff

command-command di atas merupakan perintah dasar yang paling sering digunakan dalam penggunaan git sehari-hari.

4. command untuk mengelola perubahan dan histori commit

git restore

digunakan untuk membatalkan perubahan pada file yang belum di-commit.

membatalkan perubahan satu file:

git restore index.html

membatalkan semua perubahan:

git restore .

git reset

digunakan untuk mengubah posisi HEAD (commit terakhir) dan staging area.

menghapus file dari staging area:

git reset index.html

kembali ke commit sebelumnya (perubahan masih ada):

git reset --soft HEAD~1

kembali ke commit sebelumnya dan menghapus semua perubahan:

git reset --hard HEAD~1

git checkout (untuk histori lama)

digunakan untuk berpindah ke commit tertentu dalam mode baca saja.

git checkout <hash_commit>

kembali ke branch utama:

git checkout main

5. command branch dan merge

git branch

digunakan untuk melihat, membuat, dan menghapus branch.

melihat daftar branch:

git branch

membuat branch baru:

git branch fitur-login

menghapus branch:

git branch -d fitur-login

git checkout branch

digunakan untuk berpindah ke branch tertentu.

berpindah ke branch:

git checkout fitur-login

membuat dan langsung berpindah branch:

git checkout -b fitur-register

git merge

digunakan untuk menggabungkan branch.

contoh menggabungkan branch fitur-login ke main:

git checkout main
git merge fitur-login

jika terjadi conflict, git akan meminta kita menyelesaikan konflik secara manual lalu melakukan commit ulang.

6. command remote repository

git remote

digunakan untuk mengelola koneksi ke repository remote (misalnya GitHub).

melihat remote:

git remote -v

menambahkan remote:

git remote add origin https://github.com/user/nama-repo.git

git push

digunakan untuk mengirim commit ke repository remote.

push ke branch main:

git push origin main

push branch baru:

git push -u origin fitur-login

git pull

digunakan untuk mengambil dan menggabungkan perubahan dari remote ke repository lokal.

git pull origin main

git fetch

digunakan untuk mengambil perubahan dari remote tanpa langsung menggabungkan.

 git fetch origin

7. workflow kolaborasi git

alur kerja kolaborasi yang umum digunakan adalah sebagai berikut:

  1. clone repository

git clone https://github.com/user/nama-repo.git
  1. membuat branch baru untuk fitur

git checkout -b fitur-baru
  1. melakukan perubahan kode

  2. menyimpan perubahan

git add .
git commit -m "menambahkan fitur baru"
  1. push ke remote

    git push origin fitur-baru
  2. Lakukan merge biasanya melalui pull request di Github

  3. Update branch utama

    git pull origin main
Workflow ini bertujuan untuk mencegah konflik langsung pada branch utama dan membuat proses kolaborasi lebih aman serta terstruktur.

D. Kesimpulan

Git merupakan alat penting dalam pengembangan perangkat lunak yang berfungsi untuk mencatat dan mengelola perubahan kode secara terstruktur. Proses instalasi Git, pembuatan repository, serta pemahaman command utama menjadi langkah awal yang wajib dikuasai oleh developer. Dengan menguasai dasar-dasar tersebut, proses pengembangan software dapat dilakukan dengan lebih rapi, aman, dan mendukung kerja tim secara kolaboratif.

E. Daftar Pustaka

Git. (n.d.). Diakses pada 26 Januari 2026, dari https://git-scm.com